Kalah di Final Piala Super Spanyol, Begini Komentar Pelatih Atletico Madrid

Atletico Madrid harus pupus meraih trofi pertama tahun ini setelah kalah di babak final Piala Super Spanyol. Tim berjuluk Los Colchoneros itu kandas saat berhadapan dengan rival sekota, Real Madrid di babak final. Atletico kalah usai melewatkan babak adu penalti dengan skor 1-4.

Terkait performa Atletico, Simeone mengatakan timnya mampu mengawali pertandingan dengan baik. Namun lawan kemudian mampu mengambil alih pertandingan di 15 menit terakhir babak pertama.

“Kami memulai dengan cukup baik di 20-25 menit pertama. Real Madrid meningkat di 15 menit terakhir babak pertama,” lanjutnya.

Di babak kedua, demikian Simeone, Madrid mampu menciptakan sejumlah peluang. Meski kendali permainan ada di pihak Madrid, Atletico tetap mampu menciptakan peluang.

“Di babak kedua, situasinya berubah. Mereka punya peluang-peluang, tapi kami selalu dalam posisi-posisi baik dengan sejumlah serangan bagus ke gawang mereka,” lanjutnya.

Sekali lagi, Simeone menyebut momen saat Valverde melanggar Alvaro Morata sebagai momen penting. Menurutnya Valverde telah melakukan keputusan yang tepat bila tidak maka Atletico mampu mencetak gol.

“Momen paling penting adalah dari Valverde, yang mengambil keputusan wajar untuk timnya dan dia mencegah kami dari mendapatkan situasi mencetak gol yang bisa saja menentukan pertandingan,” sambungnya lagi.

Sementara itu pelatih Atletico, Jan Oblak pun turut bersuara terkait kartu merah Valverde. Menurutnya bila Valverde tidak melanggar Morata peluang besar bagi Atletico untuk mencetak gol.

“Memang itu tidak menyenangkan untuk dilihat, tapi dia melakukannya untuk menghentikan kami mencetak gol. Itu kartu merah yang jelas. Itu berarti kami tak punya kans bersih yang semestinya kami dapat,” beber Oblak.

Lebih lanjut kiper asal Slovenia itu mengatakan timnya sebenarnya mampu menguasai pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang.

“Kami mengontrol pertandingan dengan cukup baik. Ada momen-momen ketika mereka lebih banyak menguasai bola, tapi kami berbahaya dalam serangan balik. Kami cuma kekurangan sedikit hal untuk mencetak gol,” tegas kiper 27 tahun itu.

Dalam drama adu penalti empat eksekutor Madrid yakni Rodrygo, Luka Modric, Sergio Ramos dan Dani Carvajal sukses menjalankan tugas. Sementara itu dua penendang Atletico yakni Saul Niguez dan Thomas Partey gagal menjaringkan bola ke gawang Real Madrid. Alhasil Madrid menang drama adu penalti dengan skor 4-1.

Kedua tim menurunkan formasi terbaik di laga ini. Sejak menit awal kedua tim langsung mengambil inisiatif menyerang. Beberapa peluang emas diperoleh Atletico dari skema serangan balik cepat. Namun tidak sedikit kesempatan diperolah Real Madrid. Namun demikian tak satu pun peluang yang mampu dikonversi menjadi gol, baik di babak pertama maupun babak kedua.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *