Joao Felix Curhat Soal Nomor Punggung di Atletico Madrid

Ternyata Joao Felix memiliki harapan tersendiri terkait nomor punggungnya di Atletico Madrid. Diam-diam pemain asal Portugal itu mengharapkan nomor punggung berbeda dengan yang saat ini dikenakannya.

Saat ini Felix mengenakan nomor punggung 7. Sementara ia sendiri mengharapkan bisa mengenakan nomor punggung sama seperti saat masih membela mantan klub, Benfica.

Alih-alih mendapat nomor punggung 79 seperti di klub lamanya, Joao justru mendapat nomor punggung tujuh.

“Saya menginginkan nomor punggung 79, seperti di Benfica. Namun, klub tidak memberinya,” beber Joao.

Rupanya hal tersebut disebabkan oleh regulasi yang berlaku di La Liga. Ada aturan yang melarang klub La Liga untuk memberikan nomor kepada pemain lebih dari 25. Seturut aturan La Liga, seluruh timutama hanya boleh memberikan nomor punggung 1 hingga 25.

“Saya sebenarnya mau pakai nomor 10, tapi sudah ada yang pakai. Akhirnya, saya pakai nomor punggung 7,” lanjut bintang muda Portugal itu.

Atletico Madrid baru saja meraih poin sempurna di pekan ke-23 La Liga saat menghadapi Granada di Stadion Wanda Metropolitano pada Minggu, 9 Februari 2020 dini hari WIB. Bertindak sebagai tuan rumah, Los Rojiblancos menang dengan skor tipis 1-0.

Satu-satunya gol tuan rumah dicetak oleh Angel Correa di menit keenam. Kemenangan tipis ini lebih dari cukup bagi Atletico untuk meraih tiga poin. Tambahan tiga poin membuat koleksi poin Atletico ini menjadi 39 poin. Posisi Atletico pun beranjak naik ke urutan keempat. Atletico unggul selisih gol atas Sevilla yang mengemas poin yang sama dan berada di urutan kelima.

Sebagai tuan rumah Atletico tampil mendominasi. Penguasaan bola tim besutan pelatih Diego Simeone mencapai lebih dari 50 persen. Sejak menit awal Atletico terus melancarkan serangan.

Laga baru berjalan enam menit para pendukung tuan rumah bersorak setelah Correa sukses menggetarkan gawang tim tamu yang dijaga Aaron Escandell.

Atletico terus melancarkan serangan. Namun hingga babak pertama berakhir tidak ada tambahan gol. Begitu juga di babak kedua. Dari beberapa peluang yang dimiliki kedua tim tak satu pun yang berhasil dikonversi menjadi gol.

Di laga ini pelatih Atletico, Diego Someone tak bisa memainkan salah satu pemain andalannya yakni Joao Felix sejak menit awal. Pemain ini pernah mengungkapkan keinginannya saat baru bergabung dengan Atletico. Ia mengharapkan bisa mengenakan nomor punggung yang sama seperti saat maish berseragam Benfica.

Kalah di Final Piala Super Spanyol, Begini Komentar Pelatih Atletico Madrid

Atletico Madrid harus pupus meraih trofi pertama tahun ini setelah kalah di babak final Piala Super Spanyol. Tim berjuluk Los Colchoneros itu kandas saat berhadapan dengan rival sekota, Real Madrid di babak final. Atletico kalah usai melewatkan babak adu penalti dengan skor 1-4.

Terkait performa Atletico, Simeone mengatakan timnya mampu mengawali pertandingan dengan baik. Namun lawan kemudian mampu mengambil alih pertandingan di 15 menit terakhir babak pertama.

“Kami memulai dengan cukup baik di 20-25 menit pertama. Real Madrid meningkat di 15 menit terakhir babak pertama,” lanjutnya.

Di babak kedua, demikian Simeone, Madrid mampu menciptakan sejumlah peluang. Meski kendali permainan ada di pihak Madrid, Atletico tetap mampu menciptakan peluang.

“Di babak kedua, situasinya berubah. Mereka punya peluang-peluang, tapi kami selalu dalam posisi-posisi baik dengan sejumlah serangan bagus ke gawang mereka,” lanjutnya.

Sekali lagi, Simeone menyebut momen saat Valverde melanggar Alvaro Morata sebagai momen penting. Menurutnya Valverde telah melakukan keputusan yang tepat bila tidak maka Atletico mampu mencetak gol.

“Momen paling penting adalah dari Valverde, yang mengambil keputusan wajar untuk timnya dan dia mencegah kami dari mendapatkan situasi mencetak gol yang bisa saja menentukan pertandingan,” sambungnya lagi.

Sementara itu pelatih Atletico, Jan Oblak pun turut bersuara terkait kartu merah Valverde. Menurutnya bila Valverde tidak melanggar Morata peluang besar bagi Atletico untuk mencetak gol.

“Memang itu tidak menyenangkan untuk dilihat, tapi dia melakukannya untuk menghentikan kami mencetak gol. Itu kartu merah yang jelas. Itu berarti kami tak punya kans bersih yang semestinya kami dapat,” beber Oblak.

Lebih lanjut kiper asal Slovenia itu mengatakan timnya sebenarnya mampu menguasai pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang.

“Kami mengontrol pertandingan dengan cukup baik. Ada momen-momen ketika mereka lebih banyak menguasai bola, tapi kami berbahaya dalam serangan balik. Kami cuma kekurangan sedikit hal untuk mencetak gol,” tegas kiper 27 tahun itu.

Dalam drama adu penalti empat eksekutor Madrid yakni Rodrygo, Luka Modric, Sergio Ramos dan Dani Carvajal sukses menjalankan tugas. Sementara itu dua penendang Atletico yakni Saul Niguez dan Thomas Partey gagal menjaringkan bola ke gawang Real Madrid. Alhasil Madrid menang drama adu penalti dengan skor 4-1.

Kedua tim menurunkan formasi terbaik di laga ini. Sejak menit awal kedua tim langsung mengambil inisiatif menyerang. Beberapa peluang emas diperoleh Atletico dari skema serangan balik cepat. Namun tidak sedikit kesempatan diperolah Real Madrid. Namun demikian tak satu pun peluang yang mampu dikonversi menjadi gol, baik di babak pertama maupun babak kedua.

 

Menang Adu Penalti Atas Atletico, Real Madrid Juara Piala Super Spanyol

Real Madrid akhirnya keluar sebagai juara Piala Super Spanyol setelah mengalahkan rival sekota yakni Atletico Madrid. Madrid memenangi pertandingan yang digelar di King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi pada Senin, 13 Januari 2020 dini hari WIB melalui drama adu penalti setelah kedua tim bermain tanpa gol di waktu normal.

Dalam drama adu penalti empat eksekutor Madrid yakni Rodrygo, Luka Modric, Sergio Ramos dan Dani Carvajal sukses menjalankan tugas. Sementara itu dua penendang Atletico yakni Saul Niguez dan Thomas Partey gagal menjaringkan bola ke gawang Real Madrid. Alhasil Madrid menang drama adu penalti dengan skor 4-1.

Kedua tim menurunkan formasi terbaik di laga ini. Sejak menit awal kedua tim langsung mengambil inisiatif menyerang. Beberapa peluang emas diperoleh Atletico dari skema serangan balik cepat. Namun tidak sedikit kesempatan diperolah Real Madrid. Namun demikian tak satu pun peluang yang mampu dikonversi menjadi gol, baik di babak pertama maupun babak kedua.

Pertandingan pun berlanjut ke babak extra time. Madrid mendapat kesempatan mencetak gol melalui sepakan Luka Modric. Namun Jan Oblak tampil gemilang dengan menggagalkan peluang emas tersebut. Alhasil hingga waktu tambahan usai tak ada gol yang tercipta.

Dalam drama adu tos-tosan dua penendang pertama Atletico gagal menjalankan tugas. Sementara itu empat penendang Madrid berhasil menjalankan tugas dengan baik sehingga Madrid berhak meraih trofi Piala Super Spanyol.

Kesuksesan ini membuat Madrid banjir pujian, termasuk sang pelatih, Zinedine Zidane. Presiden Madrid, Florentino Perez pun angkat topi dengan kinerja pelatih asal Prancis itu.

“Dia memiliki banyak trofi dan kami sangat gembira untuk dia. Saya harap dia akan memenangi lebih banyak trofi juara lagi,” beber Perez.

Lebih lanjut Perez mengatakan sang pelatih sudah menyatu dengan Madrid. Setelah sempat rehat setahun, mantan pemain Madrid dan Juventus itu bisa kembali dengan energi memadai.

“Zidane memiliki hubungan penuh cinta dengan Real Madrid. Dia memang pernah rehat selama setahun dan sekarang dia kembali dengan energi yang baru,” sambungnya.

Perez pun menyebu kehadiran Zidane bagi Real Madrid tak ubahnya berkat dari surge. “Zidane itu adalah berkat dari surga,” tegas Perez.

Susunan Pemain Real Madrid versus Atletico Madrid:

Real Madrid: Thibaut Courtois; Dani Carvajal, Sergio Ramos (c), Raphael Varane, Ferland Mendy; Toni Kroos (Vinicius Junior 103′), Casemiro, Federico Valverde; Luka Modric, Isco (Rodrygo 60′); Luka Jovic (Mariano Diaz 83′).

Pelatih: Zinedine Zidane

Atletico Madrid: Jan Oblak (c); Kieran Trippier, Felipe, Jose Gimenez (Stefan Savic 98′), Renan Lodi (Marcos Llorente 89′); Angel Correa, Thomas Partey, Hector Herrera (Vitolo 56′), Saul Niguez; Joao Felix (Santiago Arias 101′), Alvaro Morata.